Monday, 12 October 2009

Terlambat

Monday, 12 October 2009 0

Saya adalah orang yang selalu terlambat. Saat sekolah dulu, sejak dari SD-SMA, saya adalah salah satu orang paling telat datang ke sekolah. Malas sekali rasanya jika harus berpagi-pagi ria ke tempat yang satu ini. Termasuk dalam rapat-rapat yang saya ikuti..(pangapunten yeuh temen2 sekolah saya..). Dan hal itu tampaknya tidak banyak berubah saat saya kuliah sekarang (GREAT!) :wkaakaaaa:. Saya terlambat dalam banyak hal juga telat untuk menyadari banyak hal. saya terlambat mengetahui bahwa manusia adalah makhluk social dan kita dapat menghindar dari lingkungan kita, saya terlambat tau bahwa masalah itu harus dihadapi bukan di hindari, saya terlambat sadar bahwa saya adalah harapan banyak orang , saya juga telat dalam informasi dan teknologi alias gaptek. sialnya lagi, telatku juga berlaku dalam hal percintaan. Apalah cinta untuk orang yang dianggap dewasa? 20 tahun, maka cintamu akan terlalu jauh memikirkan banyak hal, terlalu banyak pertimbangan. Kemana saja engkau wahai cupid ketika aku berusia belasan? (dia udah datang.. dasar lo yang tolo*. Ga nyuruh masuk, ga sopan. Malahan anak panahnya lo patahin. jende*..) :ayokona:

Baik. Tolong abaikan saja separagraf diatas (sekalimat terakhir adalah curcol.red). Karena saat ini saya sedang berusaha mengejar kembali semua keterlambatan, semua ketololan dahulu (cuuihhh.. benarkah?ya sudahlah percaya saja), Toh yang terjadi biarlah terjadi dan hal baru akan datang (kaya lirik lagu nih). Lalu apa yang harus saya perbuat untuk berlari, menggunakan mobil, atau memakai jet tercepat saat ini kalau perlu untuk mengejar semua ketertinggalan itu?

Maaf. Saya sendiri belum tahu jawabannya. BOHONG jangan belaga bego (atau emang BEGO?)!! Hah? Oh yaa?? Tahukah saya? :sobrakana:

Maaf-maaf sekalimat barusan adalah pertempuran antara dua sisi diri saya. (ceilee gaya lo li!) yaa maklum saja, sama seperti lagu kebangsaan club Liverpool, “You’ll never Walk Alone” maka saya percaya bahwa kita juga tidak pernah sendiri. Termasuk dalam kesendirian kita. (maaf. Lagi. Sekalimat ini juga ketikan asal-asalan orang rada sinting).

Waahhh.. kebanyakan ngomong ga jelas nih. Sorry sorry.. would you mary me? Eh salah. Would you forgive me? PASTI. Hehe

Kembali ke laptop.. (tuh kan .. mulai dehh..peace bro!), maksudnya kembali ke topic. Kemanakah si taupik? lagi maen panjat pinang ama sii Udin kali. (hahaha berjuta apology)..

Kembali ke tema.. sepertinya saya tahu jawabannya.. yaa.. semua akan kembali ke dalam diri saya. Semuanya. Tidak terkecuali dan tidak ada yang di curi. Sayalah yang menentukan arah hidup. Akan belok ke kiri kah? Atau ke kanan ? ke selatan? Tenggara sepertinya menarik, atau ke barat daya sambil menemukan keris naga geni 212? Yaa semua kembali pada diri saya sendiri. Bukan diri anda ya sorry.. hehe.

Saya sudah tahu jawabannya sekarang, dan doakan saya untuk memulai perjalanan ini. Kemanakah engkau akan berlari li? Ahh itu rahasia saya. Anda cukup tahu bahwa saya sedang berusaha berlari. Itu saja. Ini PRIVASI bung..(ceilaaahhh gaya lo ga nahan li!!). :wtf:







Thursday, 8 October 2009

hati

Thursday, 8 October 2009 0
:ngupil:
hatiku adalah stasiun.
padat, tanpa ku kenal satupun siapa.
ramai. tanpa kumengerti bahasa mereka.
hatiku adalah laut.
sangat luas
dan aku tidak dapat mencapai tiap jengkalnya.
hatiku adalah gunung
dingin karena tidak berselimut
gatal.digigiti nyamuk.

hatiku adalah terminal.
datang dengan pengharapan
pergi setelah membawa setoran.

hatiku adalah gerimis
basah. tidak berteduh
sakit, tidak diobati.


hatiku adalah danau tanpa bendungan dan sistem pengairan yang baik
dan saat hujan tiba, jadilah Banjir.
satu hal yang aku tahu dari hatiku bahwa cinta, nyamuk, darah dan planet ini sebenarnya bersaudara.


:ngnatuk:

Bahasa

:ha?:

Semalam aku bertemu Tuhan.

Ia bicara tentang banyak hal.

Dan aku hanya mengangguk-angguk saja

Dia bicara dalam bahasa yang tidak aku mengerti.

Haruskah kita menjadi malaikat untuk mengerti bahasa Tuhan?

:byeeeeee:

Wednesday, 7 October 2009

Ketuaan

Wednesday, 7 October 2009 0
Ada pihak yang bilang dengan kejinya kalo blog saya ketuaan. “Ketuaan" lo li. lo kaya udah mur berpa aja.” Ketika dia melihat blog saya, dia bilang saya sok bijak :astig:.
Isi blognya terlalu menasehati. Saya Cuma bisa nyengir cengengesan. Hehe iya ya? Emang gitu ya? Masa sih? :ahaha: Perasaan ga gitu-gitu banget deh. Saya Cuma merasakan apa yang saya rasakan kemudian menuliskannya. That’s it. Cuma itu. But, trims. Gua akuin kalo penulisan gua yang sekarang banyak dipengaruhin ama ndorokakung.com, serta blog-blog quotes semacamnya. Melihat dunia dari sisi yang berbeda. Yang sederhana, ngeblog dengan hati gitu dehh. Lagian gua emang nyetingnya sebagai blog pribadi, bukan blog tutorial, blog yang bikin ketawa ala raditya dika, atau blog full of information kaya ruang hati. :dracoola:
Kalo ketuaan gmana ya biar tambah muda? Padahal muka gua masih imut-imutnya gini lho.. Minum obat penurun umur aja kali ya? Hahaha ada yang jual?



ket : gambar gua comot dari:Lihat disini

Tuesday, 6 October 2009

cermin

Tuesday, 6 October 2009 0


Saya bercermin malam ini. Apa yang saya lihat? Tampak ada sesosok tubuh lusuh, pandangan tidak menentu, rambut tidak tertata, mata yang tidak bersemangat, tampang yang namoak bodoh. Dan saya tidak mengenal sesosok tubuh ini. Siapa dia? Kenapa ia ada saat saya bercermin?
Itukah saya? Ahh saya tidak percaya . hmmm harus kita akui bersama bahwa cerminpun kadang bisa berbohong. Ia tidak selamanya jujur. Kenapa? Karena kejujuran itu mahal bung. Dan didunia ini mana ada yang mau merugi? Mari saya beritahu satu dosa cermin kepada kita. Cermin tampaknya tidak pernah jujur pada kita tentang hal satu ini, coba anda becermin. Lalu gerakan tangan sebelah kanan anda. Niscaya yang akan bergerak dalm cermin adalah tangan kiri dari orang yang ada di cermin. Saya yakin anda dapat menjelaskan hal ini dengan mudah. Anda akan beralasan bahwa itu adalah bayangan kita, refleksi mengakibatkan bayangan itu terbalik dan bla blabalaala…
Tapi kita tidak bisa menyangkal . Ia berbohong pada kita tentang hal ini. Lalu bagaimana saya meyakinkan diri saya jika yang ada di cermin saat ini adalah diri saya sendiri? Saya coba gerakan tangan kanan saya.. ia tetap dengan tangan kirinya. Saya berteriak bangga. Hahahaha kamu bukan saya. Untung saja saya tidak selusuh, seberantakan, semirip dan sebodoh kamu. Hahahahaha

Hujan



Saat ini aku teringat teriakan marah-marah ibuku, saat aku berlarian menuju hujan bersama kawan-kawan kampungku dulu.
Hujan selalu memberiku jeda. Jeda untukku berhenti, mengambil nafas dan berlari lagi. Melupakan semua hal yang sedang kualami, dan menumpahkan semuanya bersama deras alirannya. Saat paling mengasyikan adalah saat kita melakukan hal tanpa memikirkan hal lainnya bukan? Termasuk perasaan takut sakit dan hal lain sebagainya yang sedang kau alami. Dan hujan memberi itu semua.
Sejak kecil dulu sampai sekarang tak habis cintaku padanya. Walau ibuku marah besar saat aku pulang basah-basahan, walau aku sakit karenanya, walau sampai rumahku sering kebanjiran dibuatnya, tapi tetap saja cintaku pada hujan tidak pudar. Hujan seakan selalu memanggilku untuk bermain bersamanya, sama halnya dengan panggilan teman-teman kecilku dulu : “roohhllii.. maen yuuukkk, diikuti sapaan “ada rohlinya??” katanya.
Saat tidak boleh bermain hujan oleh Emak, aku juga selalu mencoba memperhatikannya, terkecuali saat aku tidur atau kadang lupa pada temanku yang satu ini. maklum, kadang ia begitu manja. Memintaku memperhatikannya lebih. Dibawah langit, selalu kutunggu jarum-jarum air itu menghujamku. Menghujam mukaku. Entah megapa nikmat sekali rasanya. Hujan, aku selalu mencintaimu dengan sederhana.

Wednesday, 30 September 2009

Gempa

Wednesday, 30 September 2009 0
Selamat hari kamis!!

Saya turut beduka cita atas korban-korban pada gempa yang terjadi di pariaman, Sumatra barat kemarin sore. Semoga mendapat tempat yang wajar di alam sana.

Bicara gempa maka kita akan bicara tentang guncangan, kehancuran, getaran, korban dan hal lain yang kurang mengenakan.
Pernahkan anda merasakan gempa?? Saya yakin Sebagaian besar dari kita pernah merasakannya. Lha wong Indonesia sendiri terletak diantara dua pergerakan lempeng bumi, yaitulempeng (sirkum) mediteran dan sirkum pasifik (setidaknya ini yang saya pejari di sekolah dahulu.red) jadi, potensi gempa bumi selalu ada. Bahkan gempa adalah bencana alam yang sampai saat ini tidak dapat diterka kapan dan dimana akan terjadi. Jadi, waspadalah!!
Tapi dalam tulisan ini, mari kita melihat gempa dalam bentuknya yang lain. Terkadang kita juga mengalami gempa secara pribadi. getaran , guncangan yang mendera diri kita. Berbeda dengan gempa bumi, gempa di diri kita biasanya lebih disebabkan karena factor perasaan kita sendiri. Kalau di teorikan, maka ada dua macam gempa yang terjadi secara pribadi pada diri kita, yang pertama guncangan karena kebahagiaan, dan kedua guncangan karena rasa sedih.
Ketika anda merasa begitu senang, kita juga akan mengalami guncangan. Perasan bahagia yang membuncah dan tak terbendung membuat getaran-getaran dalam diri kita, dan gempa yang satu ini adalah gempa yang menyenangkan dan tidak jarang dibumbui rasa haru . Lain halnya dengan gempa yang diakibatkan perasaan sedih. Ketika kita mengalami kesedihan, maka guncangan itu jauh lebih hebat. Kekuatannya jauh lebih menghancurkan, entah berapa skala richter besarnya. puing-puing yang menyangga hati kita mungkin saja hancur berantakan, jalan-jalan mulus dihati juga bisa saja terbelah, tidak lupa juga ada korban-korban perasaan di dalamnya. Sama seperti gempa bumi, gempa macam ini pun tidak dapat kita prediksikan. Mungkin saja sedetik tadi anda merasa sangat bahagia dan mengalami gempa kesenangan, namun sedetik kemudian muncul gempa kesedihan. Siapa yang tahu pergerakan bawah tanah dan dalamnya palung hati kita?
Sama halnya dengan gempa bumi, maka jika kita berada dalam situasi sebagai korban, maka kita juga membutuhkan bantuan. Bentuk bantuan tersebut bisa bermacam-macam. Tapi intinya tidak lain adalah untuk membagi kesulitan, kesedihan mupun kesenangan kita. Pada akhirnya andalah yang harus dapat mengontrol perasaan anda sendiri. Menghindari efek lebih jauh dari gempa yang terjadi di hati anda.
Ingat! Kita harus selalu waspada pada setiap gempa. Baik itu gempa bumi, maupun gempa hati. Waspada untuk tidak berlebihan dan terus-menerus menjadi korban gempa hati. Karena kesenangan yang berlebih maupun kesedihan yang berlebih jika tidak dikontrol dengan baik, efeknya sama saja berbahaya. Namanya juga gempa..





bLog juga hasiL karya hak cipta !
 
Blog Anak Margonda ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates