Sunday, 18 October 2009

Jalur pulang pergi

Sunday, 18 October 2009 0

Secara ga sadar, gua hampir selalu melewati jalur Kober (padahal namanya gang sawo.red)., Kalau pulang maupun pergi kuliah atau dari kegiatan kampus lainnya dan gua dalam keadaan sendiri pulangnya ( mau ama siapa emang li??.red), ngaistanah

Gua hampir selalu memilih jalur kober daripada jalur yang lebih dekat, lewat Barel tembus ke Mahali. Alasannya? Haha mungkin gua Cuma ngikutin kata hati gu aja. Ga tau kenapa gua selalu ingin lewat kober, Apa gua Cuma nyari alasan karena ingin ketemu cwe cakep dan nantinya jadi cwe gua..? harpahahaha ini ngayal. Tapi gua sadar satu hal, ternyata gua cinta ama manusia, keramaian, dan segala aktifitasnya. Gua senang memperhatikan kegiatan –kegiatan manusia. jalan santai, buru-buru gara2 dosen killer, kesiangan dengan muka kena aer ala kadarnya, Jualan gorengan, ngomongin kuliah dengan sok hepticnya, minta-minta dengan maen kecapi, nunggu bus buat pulang, gossip, cak tarno yang ngebaca di kiosnya, mas mas paceng yang harganya ga goceng lagi, tukang jualan DVD bajakan yang ga pernah kena razia, tukang kacamata yang matanya sendiri rusak, mas-mas es pocong yang ga pernah santai karena sibuk ngelayanin pembeli yang selalu rame , ampe anak-anak yang cuma nongkrong-nongkrong ga jelas di kober. gua suka perhatikan itu. Kalau gua punya kamera.. udah gua foto semua aktifitas manusia yang udah pernah gua liat.. menarik aja buat gua kalo sedang memperhatikan manusia. Ada isyarat yang kaga tampak kayaknya. cool

Gua sangat suka jalur sutra ini, disebut jalur sutra karena eh karena jalurnya yang selalu ramai di lewati lebih banyak manusia dibanding jalur lainnya, dan juga ga lupa sebagai bonusnya.. cewe2 UI yang harus lo bayar di akhirat dengan ditusuknya kedua mata lo!! hahaha mantabs






Saturday, 17 October 2009

Lari

Saturday, 17 October 2009 0

Sejauh apapun kamu berlari dari masalah.. ia akan terus mengejarmu. Dimanapun kamu berada , dia akan tahu dimana kamu sembunyi. Walau tombol off waktu kamu tekan, dia akan membukanya kembali. Karena ia menginginkan haknya kembali. Ia inginkan kamu menghadapinya. Bertemu dan mengalahkannya. Bukan lari. Bukan sembunyi. Aplagi ku dengar katanya kamu seorang lelaki. Jadilah laki-laki sejati! Bukan banci yang berlari saat di kejar trantib atau polisi. Jadilah laki-laki!! Musuh tidak dicari, tapi jika bertemu dihadapi! Bukan diajak main kejar-kejaran atau main petak umpet seperti yang kamu lakukan, karena kalau kau ajak main dia.. niscaya kamu akan kalah. Kamu tidak pandai bermain itu li. Percayalah. 21


38

Dalam Masyarakat Berpikiran sempit

Dalam masyarakat yang berfikiran sempit, maka satu kesalahan anda berarti anda salah selamanya. Sekali anda cacat, maka anda tidak dapat disembuhkan. 10

Tidak dapat kita pungkiri bahwa masyarakat kita masih berupa masyarakat yang sempit pemikirannya. Masih belum menemukan bagaimana seharusnya memanusiakan manusia lainnya. Tengoklah eks narapidana-narapidana kita. Dimana mereka sekarang? Jawabannya paling besar adalah di penjara. Yaa mereka kembali ke pejara, karena penjara serasa memanggil lirih pada mereka “ selamat datang di rumah”..tidur

Saya tidak akan membuat tulisan ini berbicara tentang system yang membuat mereka atau orang-orang yang pernah melakukan kesalahan bisa kembali melakukan kesalahan. Saya hanya akan bicara pada aspek manusianya. Manusia Indonesia umumnya dan anda khususnya. Kita harus patuh pada satu asas universal humanisme : bahwa kita adalah manusia. Dan manusia memiliki akal, kita tidak statis. Kita selalu dinamis mengikuti pola pikir kita. itu dulu. Tanamkan itu pada diri anda.

Banyak diantara kita yang merasa bahwa eks napi atau orang yang pernah berbuat salah adalah orang yang salah selamanya. Tidak ada celah, tidak ada jeda. Maka eks napi maupun orang-orang “bersalah” yang ingin keluar dari pola pikir masyarakat ortodoks tersebut banyak yang berlari dari masyarakat tempat dulu mereka tinggal, mereka berlari menuju orang-orang yang tidak tahu jika mereka eks napi atau mereka pernah salah. Mereka bahkan mulai lari dari realita bahwa mereka pernah bersalah, mencoba menutupi itu semua sekaan tidak tidak pernah terjadi apa-apa.

Maka lihatlah para pemimpin kita, para pejabat. Mereka adalah manusia semuprna. Tidak bercelah dan sangat gagah di pucak kemanusiaannya . Lihat juga syarat-syarat calon plolisi atau pegawai negeri dan tes-tes lainnya yang tidak menyisakan sedikit ruang bagi eks napi. Mantan orang bersalah. Maka jadilah mereka kaum terbuang dimasyarakatnya sendiri. Jangan salahkan mereka jika mereka kembali berulah. Kembali melakukan kesalahan. Karena apa? Karena salah kita . Mereka tidak punya pilihan. 14

Mari kita sama-sama merubah pola pikri kita tentang narapidana. Mereka juga manusia sama seperti kita yang bisa berubah menjadi lebih baik, atau lebh buruk dari sebelumnya.

Urusan mereka menjadi lebih baik atau buruk bukan menjadi urusan kita, itu mutlak hak merkea utuk memilihnya. Tapi satu yang bisa kita lakukan sebagai sesama manusia, sudah selayaknyalah kita berfikir bahwa mereka bisa berubah. Bukan dengan pengekangan dan keacuhan kita pada merkea. Bukan pula dengan pandangan sinis bahwa mereka eks narapidana.pandangalah mereka sebagai manusia seutuhnya. Yang masih berguna, masih memiliki cita-cita dan dapat berubah. Karena Tuhan saja mau memaafkan dosa manusia. Lalu mau apa manusia jika Tuhan sudah berkehendak lha kok malah mansuia tidak memberi maaf pada mereka.


28

Kamera

Kamera .. kamera … kamera!!!! 27

Kalo lo Tanya benda apa yang paling gua inginkan untuk dimiliki sekarang, jawabannya tidak lain tidak bukan..halah apa coba. Adalah kamera!! Kamera dslr, bukan kamrea pocket. Kamrea dengan ukuran cukup besar jadi gua bisa sok-sok ngepasin objek dan memotretnya.. cekret!! Jadi deh photo masterpiece!.cool Haha

Karena mata gua terbatas buat ngeabadiin suatu moment yang gua liat. Terlebih memori di otak gua udah sangat kompleks, jadi gua perlu memori tambahan di si kommpi buat nyalurin bakat alami gua sebagai fotografer!!! Ckckck ada juga bakat lo li..

Gua bahkan mngira kalo kamera adalah salah satu penemuan manusia terhuuebat !! karena apa?? Karena dalam sebuah foto, kita bisa “menghentikan waktu”. Kadang kita butuh menghentikan waktu agar dia tidak berlari terlalu cepat hingga sulit kita kejar. Kadang kita butuh menghentikan waktu lewat gambar, agar kita menghargai waktu yang telah kita lalui dan mulai mengikuti iramanya saat ini yang sedang berjalan.. halah..hahahaha

semangat

Friday, 16 October 2009

Sinting

Friday, 16 October 2009 0

Bagiku sama saja. Baik itu kamu, dia, mereka, kalian. Semuanya.

Tidak ada bagiku yang membedakan.

Semuanya bias, tidak jelas, kabur.. tidak terang-benderang.

Dari pertama kali aku tau pun seperti itu, tidak ada yang berubah.

Sama halnya dengan hembusan angin di pagi hari, pancaran mentari yang menyinari dengan ampun, lalu senja tua di sore harinya. Tanpa tendeng aling-aling. Pretensi.

Hanya tinggal setumpukan dua lembar kertas putih yang sedari tadi menggerutu.

tentang hidup yang tidak lagi sesederhana emak bapaknya.

Apakah yang membedakan hitam dan putih? Warnakah?

Jadi kita akhiri saja pembicaraan sinting ini.

Karena ternyata aku sudah tidak kuat lagi bercerita hal yang sama. Berulang-ulang.

bude (ende)

kemarin ende jakarta (begitulah keluarga kami memanggilnya, karena tidak ada kata yang cukup pantas untuk menggambarkannya mungkin) yang wanita meninggal dunia.

satu-satunya keluarga sedarah dari pihak ibu yang tersisa.

meninggalkan keluarga kami, meinggalkan kenangan kenangan kecil saya yang tidak seberapa. kepergiannya begitu cepat. tidak ada yang mengira. bahkan pagi hari jam 3 dia sempat melakukan aktifitas seperti biasa. namun ajal tidak sabar menanti rupanya.

kami begitu kehilangan. karena ialah satu-satunya yang kami anggap benar2 keluarga. karena keluarga endelah yang selama ini care dan membantu keluarga kami sedari dulu. sejak ibu saya dulu mau diambil asuh oleh orang yang bukan keluarga, ia yang membawanya ke Jakarta, sejak teteh saya ingin belajar sebagai perawat, ia juga diasuh oleh ende saya ini, atau waktu saya kecelakaan sepeda dulu saya juga beristirahat dan berkunjung ke kebun binatang ragunan atas prakarsa ende juga. Selain itu, masih banyak jasa-jasa beliau bagi keluarga kami. jadilah kami sangat menghormatinya. Merekalah yang dulu tiap kali lebaran kami kunjungi sebagai kunjungan mudik. Kalau banyak orang mudik ke kampung halamannya dari Jakarta, kami justru sebaliknya. Kami mudik ke Jakarta, karena memang hampir tidak ada lagi keluarga dari pihak ibu yang dapat kami kinjungi selain keluarga ende Jakarta. Selamat jaln ende.. kau selalu kami sayangi. Saya bahkan tidak punya foto beliau.

berubah

Gua ga tau gua yang dahulu kaya apa, kayak gimana, atau gua yang mana. Tapi inilah gua. Kalau emang ternyata gua berubah, maka mohon terimalah gua apa adanya. Termasuk perubahan gua, sama seperti gua menerima perubahan kalian. Itu aja.

bLog juga hasiL karya hak cipta !
 
Blog Anak Margonda ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates